Kamis, 09 Januari 2020

Tema 5(Sub.Tema 1)Pembelajaran 5

Jenis Awan Tinggi

Awan tinggi adalah awan yang terbentuk atau terletak pada ketinggian > 20.000 kaki di atas permukaan laut. Awan tinggi terbagi menjadi 3 jenis. Jenis jenis awan tinggi dan gambarnya dapat dilihat pada penjelasan berikut:

a. Awan Cirrus

Awan Cirrus
Awan cirrus adalah awan terpisah yang berwarna putih dengan serat atau filamen halus dan kemilau sutra. Awan cirrus selalu terdiri dari kristal es dengan karakter transparansi yang tergantung pada derajat pemisahan kristal. Ciri dari awan ini adalah jika ia melewati lingkar matahari, ia hampir tidak akan mengurangi tingkat kecerahannya. Perlu diketahui, saat matahari terbit atau terbenam, awan cirrus akan terlihat berwarna kuning terang atau merah. Awan ini juga akn terlihat lebih putih dengan background langit biri sebelum awan lain yang letaknya lebih rendah datang.

b. Awan Cirrostratus

Awan Cirrostratus
Awan Cirrostratus adalah awan yang bentuknya seperti kelambu putih halus yang mengental. Karena ukurannya yang luas, awan ini dapat menutup langit secara merata dengan warna yang cerah. Jika dilihat secara lebih teliti, awan cirrostratis juga akan terlihat seperti anyaman dengan bentuk yang tidak teratur. Di musim kemarau, awan ini juga dapat menimbulkan lingkaran bulat yang mengelilingi matahari dan bulan (hallo).


c. Awan Cirrocumulus

Awan Cirrocumulus
Awan cirrocumulus adalah awan yang bentuknya seperti ombak di pasir pantai. Awan ini berbentuk bulat kecil berwarna putih yang berbaris atau berkelompok sehingga juga tampak seperti sekelompok domba. Secara umum, awan Cirrocumulus lebih sering terlihat di langit yang terdegradasi dari awan cirrus dan awan cirrostratus.

2. Jenis Awan Sedang

Awan sedang adalah awan yang terbentuk atau terletak pada ketinggian 6.500 sampai 20.000 kaki di atas permukaan laut. Awan sedang terbagi menjadi 3 jenis. Jenis jenis awan sedang dan gambarnya dapat dilihat pada penjelasan berikut:


a. Awan Altostratus

Awan Altostratus
Awan altostratus adalah awan tipis berwarna abu-abu atau kebiruan dengan bentuk lembaran berserat menutupi langit secara total atau sebagian. Awan altostratus tidak menghasilkan fenomena hallo. Kendati demikian, jika terakumulasi sehingga cukup tebal, ia dapat menjadi hujan ringan. Awan ini terbentuk pada siang atau malam hari dan akan menghilang pada saat matahari terbit.


b. Awan Altocumulus

Awan Altocumulus
Awan altocumulus adalah awan berwarna putih atau abu-abu dengan lembaran berlapis dan berserat. Awan ini berbentuk kecil-kecil dengan jumlah yang sangat banyak. Awan altocumulus sering bergerombol dan tampak saling berikatan. Pada bagian tengah awan ini terdiri lebih dari 1 lapisan sehingga tampak terlihat lebih tebal, sementara pada bagian sisinya akan terlihat lebih tipis.

c. Awan Nimbostratus

Awan Nimbostratus
Awan nimbostratus adalah awan yang dihasilkan dari penebalan altostratus. Awan ini berwarna abu-abu gelap dan dapat menyebabkan hujan deras yang terus menerus.  Warna gelap dan ketebalannya dapat membuat sinar matahari tertutupi dengan gelap. Dari segi bentuknya, jenis awan ini memiliki ciri fisik berupa tepi yang compang-camping tidak beraturan dan luas lingkupnya cukup tebal sehinggadapat menutupi seluruh lapisan langit.

3. Jenis Awan Rendah

Awan rendah adalah awan yang terbentuk atau terletak pada ketinggian < 6.500 kaki di atas permukaan laut. Awan rendah terbagi menjadi 3 jenis. Jenis jenis awan rendah dan gambarnya dapat dilihat pada penjelasan berikut:

Jenis Awan Rendah

a. Awan Cumulus

Awan cumulus adalah awan padat dengan garis tajam yang umumnya berkembang secara vertikal (ke atas) dengan pertambahan jumlah gundukan melalui penggelembungan di bagian atasnya yang menyerupai bentuk kembang kol. Jika diterangi matahari, awan terlihat putih cerah, sementara sisi yang lain terlihat gelap secara horizontal. Awan ini lebih sering muncul di musim kemarau atau saat langit cerah. Ia muncul saat pagi hari, tumbuh, lalu bertambah atau berkurang ukurannya saat malam hari.

b. Awan Stratus

Awan stratus adalah sebuah lapisan awan yang umumnya berwarna abu-abu dengan dasar yang sama. Jika cukup tebal awan ini menghasilkan gerimis pada daerah tropis dan hujan es atau salju pada daerah beriklim subtropis. Ketika matahari tersingkap melalui celah awan ini, garis terang akan jelas terlihat. Awan stratus seringkali memecah dan menghilang langit biru terlihat.

c. Awan Cumulonimbus

Awan cumulonimbus adalah awan berat dan padat yang berbentuk vertikal menyerupai sebuah gunung atau menara besar. Bagian atas awan terlihat berserat dan hampir selalu rata, sementara bagian bawahnya sering sangat gelap. Awan ini merupakan awan yang paling ditakuti dalam dunia penerbangan. Ukurannya yang pada dan luas sering membuat kecelakaan pesawat terbang.

d. Awan Stratocumulus

Awan stratocumulus adalah jenis awan berlapis yang terlihat seperti bentuk sarang lebah. Awan ini juga sering menyebabkan hujan lokal, terlebih jika sudah terakumulasi dan lebih padat.

Nah, demikianlah pemaparan mengenai jenis-jenis awan beserta gambar dan penjelasannya. Dari pemaparan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa awan ternyata dapat terletak pada ketinggian yang berbeda-beda dengan bentuk dan karakteristik yang berbeda pula. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar