Minggu, 19 Juli 2026

Materinajarnkls 3 bilal bin rabah

 

Kamis, 16 Juli 2026

MATERI AJAR KELAS 3 BILAL BIN RABAH SENIN 20 JULI 2026

  

📅 Senin, 20 Juli 2026
⭐ Pembelajaran Kelas 3
Selamat Belajar, Anak Hebat! 🎒
GURU PENGAMPUYasmin Hadi, S.Pd.
IPAS — PANCAINDRA
BAHASA INDONESIA --- TEKS EKSPOSISI

BAHA📚Muatan Pembelajaran

                    Materi yang dipelajari hari ini

1. Bahasa indonesia
Teks eksposisi
2. Ips
Pancaindra 
Tujuan Pembelajaran (TP)
Yang ingin dicapai pada pertemuan ini
1. Bahasa indonesia
1. Peserta didik memahami teks ekposisi
2. Peserta didik memahami struktur teks eksposisi
2. Ipas
1. Peserta didik mengetahui 5 pancaindra manusia
2. Peserta didik dapat mengidentifikasi fungsi pancaindra
🧩
Strategi Pembelajaran
Metode & alat peraga yang digunakan
⚗️ METODE PEMBELAJARAN
SaintifikDiscovery LearningTanya JawabPenugasanObservasiStudi PustakaContextual Learning
🛠️ ALAT PERAGA
PPT / ModulMedia GambarLingkungan SekitarTabel
👋
Assalamualaikum Warrahmatullohi Wabarokatuh
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Selamat pagi, anak shalih dan shalihah! 🌟
Hari ini kita akan kembali belajar bersama dengan semangat yang membara. Sebelum menyimak pembelajaran di bawah ini, silakan persiapkan diri terlebih dahulu ya! 😊
🕌  Jangan lupa untuksalat Duhadanmurojaahterlebih dahulu sebelum belajar!





 

Ayo, Kenali Lima Pancaindra Kita!

Cerita seru dari Kelas 3 Abdullah bin Umar, SD Al Azhar 1 Bandar Lampung 🌟

Coba pejamkan matamu selama lima detik. Gelap, bukan? Sekarang buka lagi matamu — dunia langsung terang, warna-warni, dan penuh cerita. Nah, bagaimana caranya kita bisa melihat semua keindahan itu? Bagaimana pula caranya kita bisa mendengar kicau burung, mencium wangi masakan Bunda, merasakan manisnya kue, atau merasakan lembutnya bulu kucing? Semua itu bisa terjadi berkat anugerah istimewa dari Allah SWT yang bernama pancaindra!

Minggu ini, anak-anak Kelas 3 Abdullah bin Umar belajar mengenali dan menyebutkan pancaindra pada diri mereka sendiri. Yuk, ikuti keseruannya! 👇

 

Pancaindra, Karunia yang Patut Disyukuri 🤲

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔا وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.”

(QS. An-Nahl: 78)

 

Sejak lahir, kita belum tahu apa-apa. Lalu Allah memberi kita telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, hidung untuk mencium, lidah untuk mengecap, dan kulit untuk meraba. Semua itu karunia yang luar biasa, sehingga sudah sepatutnya kita menjaga dan mensyukurinya. 💙

 

Kenalan Yuk dengan 5 Pancaindra 👀👂👃👅✋

Pancaindra adalah lima alat indra pada tubuh kita yang digunakan untuk mengenali dan merasakan segala sesuatu di sekitar kita. Yuk, kita kenalan satu per satu!

 

1. Mata — Si Jendela Dunia

Mata ada di wajah kita, sepasang, dan digunakan untuk melihat. Berkat mata, kita bisa melihat wajah teman, warna pelangi, dan tulisan di papan tulis.

 

2. Telinga — Si Penangkap Suara

Telinga ada di kanan dan kiri kepala kita, digunakan untuk mendengar. Suara kipas angin, suara teman memanggil, sampai suara burung berkicau — semua bisa kita dengar berkat telinga.

 

3. Hidung — Si Pencium Aroma

Hidung ada di tengah wajah kita, digunakan untuk mencium bau. Aroma masakan Bunda, wangi bunga, sampai bau tidak sedap, semua bisa dikenali oleh hidung kita.

 

4. Lidah — Si Pengecap Rasa

Lidah ada di dalam mulut kita, digunakan untuk mengecap rasa makanan dan minuman. Rasa manis permen, asam jeruk, atau asin keripik, semua dikenali lewat lidah.

 

5. Kulit — Si Peraba Ajaib

Kulit menutupi seluruh tubuh kita, digunakan untuk meraba. Lewat kulit, kita bisa merasakan halusnya kain, kasarnya batu, panas, dan dingin.

 

Serunya Bermain Sambil Belajar 🎉

Supaya makin paham, anak-anak diajak bermain permainan sederhana di depan kelas. Tiga teman maju ke depan dengan mata ditutup, lalu:

        Teman pertama diminta menebak benda dari aromanya — ternyata itu jeruk! 🍊

        Teman kedua diminta menebak sumber suara — tepuk tangan atau ketukan meja? 👏

        Teman ketiga diminta meraba dan menebak tekstur kain — halus atau kasar? 🧣

Serunya, walaupun mata mereka ditutup, mereka tetap bisa menebak dengan benar! Ini membuktikan bahwa kita punya indra lain selain mata yang membantu kita mengenali benda-benda di sekitar kita.

Anak-anak juga bermain “Simon Says” — begitu guru berkata “Pegang matamu!” atau “Pegang telingamu!”, semua serentak menyentuh bagian tubuh yang disebut. Riuh dan penuh tawa, tapi tetap belajar mengenali letak pancaindra pada tubuh sendiri. 😄


Yuk, Kenalan dengan Teks Eksposisi!

Belajar Bahasa Indonesia seru bersama anak-anak Kelas 3, SD Al Azhar 1 Bandar Lampung ✏️

“Sarapan pagi sangat penting bagi anak-anak sebelum berangkat sekolah.” Pernahkah kamu membaca kalimat seperti itu? Kalimat itu bukan sekadar cerita, lho — itu adalah pendapat yang disertai alasan supaya kita percaya. Nah, teks seperti inilah yang disebut teks eksposisi!

Minggu ini, anak-anak Kelas 3 belajar mengenal ciri dan struktur teks eksposisi. Yuk, simak keseruannya! 👇

 

Apa Itu Teks Eksposisi? 🤔

Teks eksposisi adalah teks yang berisi pendapat atau gagasan, disertai fakta pendukung, untuk meyakinkan pembaca. Bedanya dengan teks cerita (narasi) atau teks yang menggambarkan sesuatu (deskripsi), teks eksposisi ini isinya penjelasan dan alasan yang masuk akal, bukan sekadar kejadian atau gambaran suasana.

Sebelum belajar lebih jauh, Bu/Pak Guru membacakan sebuah teks pendek tentang manfaat sarapan pagi. Anak-anak diajak menebak: “Apakah bacaan ini menceritakan kejadian, atau menjelaskan sesuatu?” Ternyata, jawabannya adalah teks eksposisi karena berisi penjelasan dan pendapat, bukan cerita!

 

Tiga Bagian Penting Teks Eksposisi 🧩

Setiap teks eksposisi punya tiga bagian struktur yang selalu berurutan. Yuk, kenali satu per satu!

 

1. Tesis (Pernyataan Pendapat)

Bagian pembuka yang berisi pendapat atau gagasan utama penulis. Biasanya muncul di awal teks, seperti kalimat pembuka yang menyampaikan inti masalah.

 

2. Argumentasi (Alasan/Fakta Pendukung)

Bagian yang berisi alasan, contoh, atau fakta yang memperkuat pendapat pada tesis. Semakin kuat argumentasinya, semakin pembaca percaya.

 

3. Penegasan Ulang

Bagian penutup yang menegaskan kembali pendapat di awal, biasanya berupa simpulan atau ajakan. Ini adalah kalimat penutup yang mengingatkan pembaca pada inti gagasan.

 

Contoh Yuk: “Manfaat Sarapan Pagi” 🥣

Mari kita bedah bersama contoh teks yang dibacakan guru di kelas:

TESIS

“Sarapan pagi sangat penting bagi anak-anak sebelum berangkat sekolah.”

 

ARGUMENTASI

“Sarapan memberikan energi agar tubuh tidak lemas saat belajar. Selain itu, sarapan juga membantu otak berkonsentrasi lebih baik sehingga murid dapat menerima pelajaran dengan optimal.”

 

PENEGASAN ULANG

“Oleh karena itu, jangan pernah melewatkan sarapan pagi sebelum beraktivitas.”

 

Serunya Bermain “Tebak Struktur” 🎯

Setelah memahami konsep, anak-anak berlatih menandai bagian tesis, argumentasi, dan penegasan ulang secara berkelompok pada teks lain. Setiap kelompok lalu mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas.

Permainannya makin seru dengan “Tebak Struktur”: guru membacakan potongan kalimat, lalu anak-anak menebak dengan cepat — apakah itu bagian tesis, argumentasi, atau penegasan ulang? Kelas jadi riuh dengan tebakan dan tawa, tapi pemahaman anak-anak tentang struktur teks eksposisi makin kuat. 😄

 

Yuk, Coba di Rumah! 🏠

Sebagai tugas rumah, anak-anak diminta mencari satu teks eksposisi di koran, majalah, atau internet bersama orang tua, lalu menandai bagian tesisnya. Kegiatan sederhana ini melatih anak untuk semakin jeli mengenali pendapat penulis dalam bacaan sehari-hari.

 

✨ Yuk, jadi pembaca yang cerdas — kenali pendapat dan faktanya, baru percaya! ✨

Senin, 01 Juni 2026

Materi ajar kls bilal nin rabah

 

Selasa, 26 Mei 2026

📅 Rabu, 2 Juni 2026
⭐ Pembelajaran Kelas 3 bilal nin raba
selasa, 2 juni 2026
Selamat Belajar, Anak Hebat! 🎒
Guru PengampuYasmin hadi  S.Pd.
MATEMATIKA
👋
Assalamualaikum Warrahmatullohi Wabarokatuh
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Selamat pagi, anak shalih dan shalihah! 🌟
Hari ini kita akan kembali belajar bersama dengan semangat yang membara. Sebelum menyimak pembelajaran di bawah ini, silakan persiapkan diri terlebih dahulu ya! 😊
🕌  Jangan lupa untuksalat Duhadanmurojaahterlebih dahulu sebelum belajar!

 🔢 Matematika · Kelas 3 SD · Semester Genap

📐 Rangkuman Materi
Persiapan Sumatif Akhir Semester

Kurikulum Merdeka · Bab 1 & Bab 2

📐 Unsur Bangun Datar📊 Data Tabel
📐

Bab 1 — Unsur Bangun Datar

Garis, sudut, alat ukur, keliling, luas, dan ciri bangun datar

1Sinar Garis, Garis, dan Ruas Garis
kedua arah, tak terhingga

Garis

Lurus ke dua arah tanpa ujung. Tidak bisa diukur panjangnya.

Adari titik A, satu arah

Sinar Garis

Satu titik awal, satu arah tak terhingga. Tidak bisa diukur.

ABtitik A ke titik B — bisa diukur!

Ruas Garis

Dua titik ujung. Panjang terbatas dan bisa diukur. Ditulis: AB

Ringkasan Perbedaan:
  • 🔵 Garis → dua arah, tidak ada ujung, tidak bisa diukur
  • 🟣 Sinar Garis → satu titik awal, satu arah, tidak bisa diukur
  • 🟢 Ruas Garis → dua titik ujung, panjang terbatas, bisa diukur
2Alat-Alat Ukur Panjang dan Berat
📏 Alat Ukur Panjang
  • 📏 Penggaris – cm dan mm
  • 📐 Meteran kain – cm
  • 🔧 Meteran gulung – meter
  • 🏗️ Meteran pita – meter
⚖️ Alat Ukur Berat
  • ⚖️ Timbangan kue – gram
  • 🏋️ Timbangan badan – kg
  • 🛒 Timbangan pasar – kg
  • 🔬 Timbangan digital – gram
3Menggunakan Penggaris: cm dan mm
📏 Ilustrasi Penggaris
012345678910Satuan: cm (garis besar) dan mm (garis kecil)Pensil = 4 cm

💡 Cara membaca: Letakkan ujung benda di angka 0. Lihat angka pada ujung benda yang lain = panjangnya. Garis kecil di antara angka = milimeter (mm).

4Konversi Satuan Panjang dan Berat

📏 Konversi Panjang

1 cm = 10 mm
1 mm = 0,1 cm
✏️ Contoh Soal Konversi Panjang
➡️ 5 cm = ... mm  →  5 × 10 = 50 mm
➡️ 30 mm = ... cm  →  30 ÷ 10 = 3 cm
➡️ 8 cm 5 mm = ... mm  →  (8 × 10) + 5 = 85 mm
💡 cm → mm : × 10  |  mm → cm : ÷ 10

⚖️ Konversi Berat

1 kg = 1.000 gram
1 gram = 0,001 kg
✏️ Contoh Soal Konversi Berat
➡️ 3 kg = ... gram  →  3 × 1.000 = 3.000 gram
➡️ 2.500 gram = ... kg  →  2.500 ÷ 1.000 = 2,5 kg
➡️ 1 kg 250 gram = ... gram  →  1.000 + 250 = 1.250 gram
💡 kg → gram : × 1.000  |  gram → kg : ÷ 1.000
5Macam-Macam Sudut dan Besar Sudutnya
Sudut adalah daerah yang terbentuk antara dua sinar garis yang bertemu di satu titik (titik sudut). Besar sudut diukur dalam satuan derajat (°).
<90°

Sudut Lancip

0° sampai 89°
Contoh: 30°, 45°, 60°

= 90°

Sudut Siku-Siku

Tepat 90°. Ditandai kotak kecil di sudutnya.

>90°

Sudut Tumpul

91° sampai 179°
Contoh: 120°, 135°

180°

Sudut Lurus

Tepat 180°. Membentuk garis lurus.

Jenis SudutBesar SudutContoh Nyata
Lancip0° – 89°Ujung pensil runcing, atap rumah
Siku-Siku90°Sudut buku, sudut pintu, sudut jendela
Tumpul91° – 179°Gunting yang terbuka lebar
Lurus180°Permukaan meja yang rata
Penuh360°Putaran penuh jarum jam
6Cara Mengukur Sudut Menggunakan Busur Derajat
Ilustrasi Busur Derajat
30°60°90°120°150°180°60°Titik Pusat
Langkah Mengukur Sudut:
  • 1️⃣ Letakkan titik tengah busur tepat di titik sudut
  • 2️⃣ Sejajarkan garis dasar busur dengan salah satu sisi sudut (ke angka 0°)
  • 3️⃣ Lihat angka busur yang bertepatan dengan sisi sudut yang lain
  • 4️⃣ Angka itu adalah besar sudutnya dalam derajat (°)
7Garis Sejajar dan Garis Tegak Lurus
sama

Garis Sejajar

Jarak selalu sama, tidak pernah bertemu meski diperpanjang.

90°

Garis Tegak Lurus

Berpotongan dan membentuk sudut siku-siku (90°).

CiriGaris SejajarGaris Tegak Lurus
PertemuanTidak pernah bertemuBertemu di satu titik
SudutTidak ada sudutMembentuk sudut 90°
JarakSelalu samaBerpotongan
Contoh nyataRel kereta api, garis bukuSudut pintu, tanda (+)
8Cara Menuliskan Sisi dan Sudut Bangun Datar
Ketentuan Penamaan:
  • Titik sudut diberi huruf kapital (A, B, C, D...)
  • Sisi = ruas garis antara dua titik → ditulis AB, BC, CD, DA
  • Sudut = ditulis dengan simbol ∠ → ∠A, ∠B, ∠C, ∠D
ABCDABBCCDDA

Persegi ABCD

Sisi: AB, BC, CD, DA
Sudut: ∠A, ∠B, ∠C, ∠D

PQRSPQQRRSSP

Persegi Panjang PQRS

Sisi: PQ, QR, RS, SP
Sudut: ∠P, ∠Q, ∠R, ∠S

KLMKLLMMK

Segitiga KLM

Sisi: KL, LM, MK
Sudut: ∠K, ∠L, ∠M

9Menghitung Keliling dan Luas

⬛ Persegi (sisi = s)

Keliling = 4 × s
Luas = s × s
✏️ Contoh Soal Persegi — sisi 7 cm
Keliling = 4 × 7 = 28 cm
Luas = 7 × 7 = 49 cm²

▬ Persegi Panjang (panjang=p, lebar=l)

Keliling = 2 × (p + l)
Luas = p × l
✏️ Contoh Soal Persegi Panjang — p=10 cm, l=5 cm
Keliling = 2 × (10 + 5) = 2 × 15 = 30 cm
Luas = 10 × 5 = 50 cm²
💡 Satuan luas selalu ditulis cm² (sentimeter persegi)!
10Ciri-Ciri Bangun Datar
Ciri-CiriPersegiPersegi PanjangSegitiga
Jumlah sisi443
Jumlah sudut443
Panjang sisiSemua sama panjangSisi berhadapan sama panjangBisa berbeda
Besar sudutSemua 90°Semua 90°Total sudut = 180°
Simetri lipat42Tergantung jenis
Contoh bendaUbin, origamiBuku, papan tulisAtap rumah, rambu