Kamis, 20 Februari 2020

Tema 6(Sub.Tema 3)Pembelajaran 5

Hari Tanggal                    Jumat 21 Februari 2020
Tema (6)                          Energi dan Perubahannya
Sub Tema (3)                   Energi Alternatif
PB Ke                              5


Materi  Ajar


Bahasa Indoneia

Manffat penggunaan briket sebagai energi alternatif





Briket adalah sebuah blok bahan yang dapat dibakar yang digunakan sebagai bahan bakar untuk memulai dan mempertahankan nyala api. Briket yang paling umum digunakan adalah briket batu bara, briket arang, briket gambut, dan briket biomassa.

Bahan penyusun briket dapat mencakup:[2][3]

Briket dibuat dengan menekan dan mengeringkan campuran bahan menjadi blok yang keras. Metode ini umum digunakan untuk batu bara yang memiliki nilai kalori rendah atau serpihan batu bara agar memiliki tambahan nilai jual dan manfaat. Briket digunakan di industri dan rumah tangga.
Bahan yang digunakan untuk pembuatan briket sebaiknya yang memiliki kadar air rendah untuk mencapair nilai kalor yang tinggi. Keberadaan bahan volatil juga mempengaruhi seberapa cepat laju pembakaran briket; bahan yang memiliki bahan volatil tinggi akan lebih cepat habis terbakar.

Pemanfaatan briket


Pemanfaatan bahan bakar padat seperti briket batu bara umumnya tidak disarankan untuk digunakan di rumah tangga karena asapnya yang pekat. Diperlukan tungku khusus yang mengatasi masalah tersebu

Briket memiliki harga yang murah dibandingkan bahan bakar jenis lainnya sehingga penggunaannya dalam dunia industri dapat memberikan penghematan biaya. Di daerah Ketahun, Bengkulu Utara, briket telah digunakan sebagai pengganti kayu bakar yang harganya semakin naik. Penggunaan briket diketahui memberikan manfaat dari sisi pengeluaran usaha

Disebutkan bahwa proses pembuatan briket arang dari gulma dan tumbuhan bawah juga terbilang mudah dan tidak memerlukan bantuan alat yang rumit. Proses pembuatannya secara sekuensial adalah: (1) Pencarian jenis gulma potensial, (2) Penjemuran di bawah sinar matahari, (3) Pencacahan gulma, (4) Pengarangan, (5) Penghancuran arang, (6) Pengayakan arang halus, (7) Persiapan bahan campuran, (8) Pemasakan perekat, (9) pengayakan serbuk gergaji, (10) Pencampuran bahan, (11) Pencetakan briket, dan (12) Pengeringan.

Selain mengurangi degradasi lahan gambut yang disebabkan pembakaran rawa, pemanfaatan gulma sebagai bio-briket arang dalam jangka panjang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap hutan sebagai sumber kayu bakar. Dengan demikian, kelestarian hutan bisa terjaga dan pada akhirnya peran hidrologis sebagai pengatur tata air berjalan lebih baik

PPKn

Contoh prilaku terkait [emanfaatan Energi alternatif

pemanfatan energi alternatif adalah

Apakah kalian tahu kalau hampir semua energi yang kita gunakan sehari-hari. Baik itu listrik, bensin, bahkan gas untuk memasak semuanya berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui?
Sampai kapan hal itu dapat berlangsung dengan menggunakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui? 20 tahun? 50 tahun? atau 100 tahun?

Untuk itu maka perlulah kita mulai memikirkan sumber energi alternatif sebagai salah satu langkah awal dalam memperbaiki dan mempersiapkan diri saat terjadinya krisis energi. Sebagai contoh dengan menggunakan sumber energi alternatif semisal matahari.

Matahari adalah sumber energi terbesar di dunia. Sumber energi ini juga menjadi sumber energi utama bagi kelangsungan hidup manusia maupun makhluk hidup lain yang ada di bumi. Energi yang dihasilkan oleh matahari sendiri berupa pancaran sinar yang panas.
Nah, panas dari matahari ini sangat bermanfaat dan bahkan dibutuhkan oleh seluruh umat manusia. Hal ini juga yang membuat banyak orang memanfaatkan sumber energi ini. Beberapa contoh pemanfaatan energi matahari adalah digunakan untuk menjemur pakaian, mendapatkan vitamin E, dan bahkan energi matahari juga bisa dijadikan listrik.
Energi alternatif merupakan istilah yang merujuk kepada semua energi yang dapat digunakan yang bertujuan menggantikan bahan bakar konvensional. Umumnya, istilah ini digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar hidrokarbon yang mengakibatkan kerusakan lingkungan akibat emisi karbon dioksida yang tinggi, yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global.

Oleh karena itu Indonesia harus berusaha untuk menciptakan macam macam energi alternatif untuk kelangsungan hidup masyarakatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar