Minggu, 23 Mei 2021

Senin,24 mai 2021

 

SENIN,24 MEI 2021/KELAS 5 C

 

Senin, 24 May 2021

 Assalamu'alaikum wr wb...




Apa kabar anak-anak bu guru di rumah ? semoga anak sholih sholihah semua selalu dalam keadaan sehat wal’afiyat dan tetap dalam lindungan Allah SWT ya, amiin ....

Ayo kita buka pembelajaran hari ini dengan lafadz basmallah, dan berdoa ya..



Anak-anak sudah siap belajar hari ini?
Ayo, jangan lupa cuci tangan terlebih dahulu ya dengan sabun pada air mengalir sebelum dan sesudah memulai kegiatan! Nah, kalau sudah cuci tangan, mari kita bersiap memulai pembelajaran

Mintalah bantuan kepada ayah/bunda untuk mendampingi Ananda selama melakukan kegiatan pembelajaran, ya!

Jangan lupa ucapkan TOLONG bila minta bantuan, ucapkan MAAF apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan TERIMA KASIH setelah mendapatkan bantuan!


Untuk Pembelajaran hari ini kita mengulang kembali Materi Tema 6 DAN 7

RINGKASAN MATERI KELAS 5 SEMESTER 2

TEMA 6 KELAS 5 PANAS DAN PERPINDAHANNYA

KUNCI JAWABAN KELAS 5 TEMA 6


Seperti yang telah kami utarakan di awal bahwa di tema 6 Panas dan Perpindahannya, terdiri dari 3 subtema antara lain:
a. Kelas 5 Tema 6 Subtema 1 Suhu dan Kalor
b. Kelas 5 Tema 6 Subtema 2 Perpindahan Kalor di Sekitar Kita
c. Kelas 5 Tema 6 Subtema 3 Pengaruh Kalor terhadap Kehidupan
Nah untuk ketiga subtema tersebut akan kita bahas satu persatu pada postingan kita kali ini. Dan untuk memudahkan pembahasan marilah kita lihat dulu pemetaan KD pada kelas 5 Tema 6 revisi 2018 ini. Dan berikut ini pemetaan KD nya.

Materi Tema 6 Kelas 5 Subtema 1

Pada subtema 1 Suhu dan kalor terdapat beberapa muatan pelajaran di dalamnya. Untuk lebih jelasnya bisa adik adik baca dan pahami pemetaan KD nya di bawah ini.
  • PPKn : hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga dalam kehidupan sehari hari.
  • Bahasa Indonesia : meringkas teks eksplanasi.
  • IPA : konsep perpindahan panas dalam kehisupan sehari hari, utamanya pengertian kalor dan contoh energi kalor atau panas.
  • IPS : bentuk bentuk interaksi sosial di lingkungan masyarakat.
  • SBdP : membahas tentang tangga nada.
Nah, pemetaan kd di atas bisa kita jadikan kisi kisi soal tema 6 kelas 5 yang akan kami bagikan nanti.

Ringkasan materi tema 6 kelas 5 muatan PPKn

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengesahkan Konvensi Hak Asasi Anak pada tanggal 20 November 1989. Dalam konvensi hak asasi anak memuat tentang hak hak seorang anak, di antaranya:
a. Hak kelangsungan hidup, hak ini meliputi hak melestarikan dan mempertahankan hidup.
b. Hak perlindungan, hak perlindungan dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan dan ketelantaran.
c. Hak tumbuh kembang, hak mendapatkan memperoleh pendidikan dan mencapai standar hidup yang layak bagi perkembangan mental, fisik, moral dan spiritual.
d. Hak berpartisipasi, hak menyampaikan pendapat dalam segala hal mempengaruhi anak.
Menurut Peraturan Perintah No. 28 Tahun 1990 mengenai hak seorang siswa adalah hak untuk :
a. memperoleh perlakuan sesuai bakat, minat dan kemampuannya.
b. mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
c. mengikuti program pendidikan yang berdasarkan atas pendidikan berkelanjutan.
d. memperoleh bantuan fasilitas belajar, beasiswa dan bantuan yang lain sesuai syarat yang berlaku.
e. memperoleh penilaian hasil belajar.
Menurut KBBI, kewajiban berasal dari kata wajib yang mempunyai arti segala sesuatuyang harus dilakukan atau diamalkan.
Kewajiban anak sebagai siswa di sekolah antara lain;
a. belajar dengan sungguh sungguh.
b. menaati tata tertib yang berlaku di sekolah.
c. patuh dengan nasehat guru.
d. menjaga nama baik sekolah.
Hak adalah segala sesuatu yang harus diterima atau didapatkan.
Hak seorang anak sebagai seorang siswa antara alain:
a. mendapatkan pendidikan yang layak.
b. hak mendapatkan penilaian yang adil
c. mendapat perlakuan yang adil selama di sekolah.
Menurut KBBI, tanggung jawab adalah keadaan untuk menerima akibat dari perbuatan, baik yang dilakukan sendiri maupun dilakukan secara kelompok.
Seorang siswa bertanggung jawab akan mengamalkan nilai nilai Pancasila, meliputi:
a. menghormati agama dan kepercayaan teman yang berbeda.
b. menunjukan rasa peduli kepada sesama teman.
c. menjaga persatuan dan kesatuan serta kerukunan di lingkungan sekolah.
d. mau mendengar pendapat teman yang lain.
e. menaati peraturan yang berlaku di sekolah.

Materi tema 6 kelas 5 Bahasa Indonesia

Teks eksplanasi adalah teks yang memuat informasi yang berdasarkan fakta.
Teks eksplanasi bertujuan untuk menyajikan informasi yang berupa fakta secara jelas kepada pada pembacanya.
Struktur dari teks eksplanasi meliputi:
a. Pernyataan umum, adalah gambaran awal tentang apa yang ingin disampaikan.
b. Pernyataan penjelas, merupakan inti dari teks eksplanasi, bagian aspek yang dilaporkan.
c. interpretasi, bagian akhir teks eksplanasi biasanya berupa kesimpulan.
Teks ringkasan adalah teks hasil meringkas suatu teks eksplanasi.
Pokok pikiran adalah ide dasar atau utama yang terdapat pada sebuah paragraf.

Rangkuman IPA tema 6 kelas 5 Kurikulum 2013

Sumber energi panas adalah segala sesuatu yang bisa menghasilkan energi panas. Yang termasuk sumber energi panas, antara lain: matahari, api, batu bara dan benda yang bergesekan.
Cara menciptakan energi panas yaitu dengan cara membuat api atau menggosok gosokan dua buah benda.
Energi panas ada yang berasal dari listrik maupun bukan dari energi listri.
Berikut ini contoh energi panas yang berasal dari energi listrik, antara lain: panas yang terjadi pada setrika, soldier, majic jar, majic com, dispenser, oven.
Berikut ini contoh energi panas selain dari listrik, antara lain: nyala api, dua benda yang digosokan, sinar matahari.
Perubahan wujud benda banyak sekali macamnya, antara lain:
a. Membeku
Membeku adalah perubahan wujud benda dari benda cair menjadi benda padat.
Contohnya: air yang membeku setelah dimasukkan frezzer, agar agar yang membeku setelah didiamkan beberapa saat.
b. Mencair
Mencair adalah perubahan wujud benda dari benda padat menjadi benda cair.
Contohnya: es batu yang ditaruh di udara terbuka akan mencair, lilin yang dibakar akan meleleh.
c. Menguap
Menguap adalah perubahan benda dari benda cair menjadi gas.
Contoh menguap : air dipanaskan akan menjadi uap air.
d. Mengembun
Mengembun adlaah perubahan wujud dari benda gas menjadi benda cair.
Contohnya: titik titik air yang menempelpada dnding gelas yang berisi air es.
e. Menyublim
Menyublim adalah perubahan wujud dari benda padat menjadi gas.
Contohnya: kapur barus yang lama lama habis ketika ditaruh di dalam almari.
f. Mengkristal
Mengkristal adalah perubahan wujud dari benda gas menjadi benda padat.
Contohnya: proses pembuatan es kering maupun kapur barus.

Rangkuman pemuaian dan penyusutan karena panas

Suhu adalah besaran yang menyatakan besaran derajat panas suatu benda. Alat untuk mengukur suhu suatu benda adalah termometer.
Benda akan mengalami pemuaian dan juga penyusutan. Berikut ini beberapa contoh pemuaian dan penyusutan suatu benda karena perubahan suhu, antara lain:
a. pemasangan pada kaca jendela
Pemasangan kaca jendela diberi ruang pemuaian dengan tujuan menghindari keretakan pada kaca saat kaca terkena memuai. Selain itu menghindari keretakan atau kaca pecah ketika terkena bunyi yang terlalu besar, seperti ada petir maupun letusan.
b. Pada ban sepeda, motor dan mobil
Ban akan meletus ketika terkena panas secara terus menerus. Bukan hanya ban saja, balon juga akan mengalami hal yang sama ketika terkena panas secara terus emnerus dan berlebihan. Balon meletus karena udara di dalam balon mengalami pemuaian.
c. Pemasangan kabel listrik
Umumnya pemasangan kabel listrik dibuat agak kendor dengan tujuan menurangi potensi putis ketika kabel listrik tersebut menyusut saat terkena udara dingi di malam hari.
d. pemasangan rel kereta api
Pemasangan sambungan rel kereta api diberi celah ddengan tujuan agar rel kereta api tidak melengkung ketika terkena panas. Pemberian celah ini berguna sebagai ruang pemuaian.
e. Penggunaan termometer
Saat digunakan cairan pada termometer akan memuai ketika terkena panas. Panas ini diperoleh dari suhu badan kita. Saat  tidak digunakan cairan pada termometer akan kembali menyusut dankembali lagi seperti semula.
diperoleh dari suhu badan kita. Saat  tidak digunakan cairan pada termometer akan kembali menyusut dankembali lagi seperti semula.

Materi IPS tema 6 kelas 4 k13 revisi 2018

Lingkungan manusia terdiri dari lingkungan alam dan lingkungan masyarakat.
Lingkungan alam terdiri dari makhluk hidup dan benda mati. Makhluk hidup bisa mempengaruhi benda mati. Sebagai contoh daerah yang banyak pepohonannya akan menjadikan daerah tersebut menjadi sejuk.
Hal hal yang dapat mempengaruhi lingkungan masyarakat antara lain: ekonomi, sosial dan budaya.
Beberapa tujuan manusia berinteraksi dengan lingkungan alam, antara lain:
a. untuk memenuhikebutuhan.
b. mendapatkan makanan.
c. mempertahankan hidupnya.
Interaksi antara manusia dengan lingkungan alam terkadang mengakibatkan hal yang negatif. Berikut ini dampak negatif dari interaksi manusia dengan lingkungan alam, antara lain:
a. lingkungan alam menjadi rusak.
b. menyebabkan bencana alam.
c. keseimbangan ekosistem terganggu.
Berikut ini contoh interaksi manusia dengan alam yang dapat menimbulkan kerugian pada lingkungan maupun manusia sendiri:
a. membuang sampah sembarangan.
b. melakukan penembangan hutan secara liar.
c. melakukan pemburuan liar.
d. melakukan pembakaran hutan.

Rangkuman materi tema 6 kelas 5 SBdP

Susunan yang berjenjang dari nada nada dasar atau poko disebut tangga nada.
Tangga nada ada 2 macam, yakni tangga nada diatonis dan pentatonis.
Tangga nada diatonis adalah tangga nada yang memiliki 7 nada pokok. Sedangkan tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang memiliki 5 nada pokok.
Tangga nada diatonis dibedakan menjadi 2, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor.
Sedangkan tangga nada pentatonis, dibedakan menjadi 2 yaitu pelog dan slendro.
Lagu yang menggunakan tangga nada Pelog contohnya: Gundul Gundul Pacul, Suwe ora Jamu, Gambang Suling. Susunan nada pokoknya adalah do – mi – fa – sol – si.
Contoh lagu dengan tangga nada Slendro antara lain: Lir ilir, Jamuran dan Cublak Cublak SUweng. Sifat lagu dengan tangga nada Slendro adalah lincah dan gembira.
Kebanyakan Alat musik gamelan terbuat dari tembaga dan timah.
Contoh alat musik gamelan antara lain: kendhang, peking, bonang, saron, kenong, kempul dan gong.
TEMA 7

A. Bahasa Indonesia


A.1. Teks Narasi Sejarah dan Ringkasan


Teks Narasi Sejarah: teks yang menceritakan mengenai fakta sejarah yang benar-benar terjadi di

masa lampau dan disampaikan sesuai dengan urutan waktu kejadian.


Informasi: pesan berupa kata atau kalimat dalam teks bacaan berupa fakta yang bermanfaat jika

disebarkan ke orang lain.


Kata Baku: kata yang sesuai kaidah bahasa Indonesia dan tercantum dalam Kamus Besar Bahasa

Indonesia (KBBI), digunakan dalam kalimat resmi baik lisan (pidato resmi, acara

kenegaraan) maupun tulisan (surat lamaran kerja, tulisan ilmiah).


Ringkasan: cara mengungkapkan teks bacaan panjang dalam tulisan yang lebih singkat tanpa

mengubah pokok pikiran dan urutan penyampaian isi teks.


Cara Membuat Ringkasan:

  1. Mengacu kepada naskah asli.

  2. Mempertahankan urutan pikiran dan cara pandang penulis asli.

  3. Tidak memasukkan opini atau ide pribadi penulis ringkasan ke dalam ringkasan yang dibuat.

  4. Boleh mengganti kata-kata atau melakukan parafrase (penyusunan ulang kalimat) selama tidak mengubah makna dan maksud pesan yang disampaikan.

A.2. Imbuhan –ter dan Kalimat Efektif


Fungsi Imbuhan –ter dan Contohnya:

1. Menyatakan suatu keadaan.

Harga baju tidur yang dijual di pasar sangat terjangkau.

2. Menyatakan sesuatu yang paling.

Mobil terbaru itu merupakan mobil tercanggih di kelasnya.

3. Menyatakan perbuatan yang tidak disengaja.

Vas bunga itu pecah karena tersenggol adik.

4. Menyatakan sesuatu yang dapat dilihat.

Perjanjian antara kedua pihak itu tertulis di atas kertas.

5. Menyatakan perbuatan yang tiba-tiba.

Nina terjatuhketika sedang berlari kencang.


Kalimat Efektif: kalimat sesuai kaidah bahasa dengan ejaan dan tanda baca yang baik serta

mudah dipahami.


Syarat Kalimat Efektif:

  1. Mudah dipahami pendengar/pembaca

  2. Tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai maksud kalimat yang ditulis

  3. Menyampaikan pemikiran penulis dengan tepat

  4. Sistematis dan tidak bertele-tele

A.3. Surat Undangan


Surat Undangan: surat pemberitahuan atau ajakan kepada seseorang untuk menghadiri suatu

acara yang disampaikan secara singkat, padat, dan jelas dengan menggunakan

kalimat efektif agar mudah dipahami pembacanya.


Jenis-jenis Surat Undangan:

  1. Undangan Resmi: mengatasnamakan instansi atau organisasi tertentu, biasanya terkait kepentingan kedinasan atau pekerjaan.

  2. Undangan Setengah Resmi: mengatasnamakan perorangan yang ditujukan kepada perorangan atau instansi.

  3. Undangan Tidak Resmi: mengatasnamakan perorangan yang ditujukan kepada perorangan untuk kepentingan perorangan. Contoh: undangan ulang tahun.

Bagian-bagian Surat Undangan:

  1. Kepala Surat (Kop Surat): nama institusi, alamat institusi, nomor telepon institusi, logo institusi, tanggal surat, identitas penerima surat.

  2. Isi Surat: salam pembuka, tujuan surat, detail acara (waktu dan tempat acara).

  3. Penutup/Kaki Surat: nama institusi, jabatan, nama jelas, nomor induk pegawai, tembusan.

B. IPS


B.1. Penjelajahan Samudra oleh Bangsa Eropa


Faktor Pendorong Penjelajahan Samudra:

  1. Keinginan mencari kekayaan (gold)

  2. Keinginan menyebarkan agama nasrani (gospel)

  3. Keinginan mencapai kejayaan (glory)

  4. Majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Kedatangan Bangsa Portugis:

Kedatangan Bangsa Spanyol

Kedatangan Bangsa Inggris

Kedatangan Bangsa Belanda

B.2. Indonesia di Bawah kekuasaan VOC


Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC): kongsi dagang milik Pemerintah Belanda, berdiri 20

Maret 1602.


Tujuan VOC:

  1. Memonopoli perdagangan rempah-rempah

  2. Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting

  3. Menguasai kerajaan-kerajaan di nusantara

Hak-hak Istimewa VOC:

  1. Hak mendirikan benteng

  2. Hak monopoli perdagangan

  3. Hak mencetak uang dan mengedarkannya

Faktor Penyebab Kebangkrutan VOC di tahun 1799:

  1. Banyaknya pegawai yang korupsi

  2. Sulitnya mengawasi wilayah yang sangat luas

  3. Revolusi Prancis yang menyebabkan Belanda jatuh ke tangan Prancis

  4. Menghadapi tentangan dari penjuru nusantara sehingga menguras biaya dan tenaga

Tokoh Penting: Herman Willem Daendels

  • Menjabat sejak 1808

  • Bertugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris

  • Menerapkan sistem kerja paksa (rodi)

  • Mengumpulkan dana untuk menghadapi Inggris dengan cara: mengadakan penyerahan hasil bumi, memaksa rakyat menjual hasil bumi dengan harga murah, mewajibkan rakyat Priangan untuk menanam kopi dan menjual tanah

B.3. Perlawanan Rakyat Indonesia terhadap Bangsa Eropa


Perlawanan Masa Kerajaan:

  1. Ternate: Berhasil melawan Portugis dibawah pimpinan Sultan Baabullah (1575)

  2. Demak: Berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa di bawah pimpinan Fatahillah (1527)

  3. Mataram: Serangan pertama (1628) dipimpin Tumenggung Bahurekso dan serangan kedua (1629) dipimpin Kiai Adipati Juminah, Kiai Adipati Puger, Kiai Adipati Purbaya. Keduanya gagal karena persediaan makanan dihancurkan Belanda

  4. Aceh: Pada 1629 gagal menaklukkan Portugis tapi tetap berdiri sebagai kerajaan merdeka


Perlawanan Masa Pergerakan Nasional:

  1. Lahirnya organisasi pergerakan nasional, dipelopori oleh Budi Utomo (1908)

  2. Disusul terbentuknya organisasi lain seperti Sarekat Islam, Indische Partij, Taman Siswa, Partai Nasional Indonesia (PNI), Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU)

Faktor Internal yang Mendorong Lahirnya Organisasi Pergerakan Nasional:

  1. Penderitaan rakyat akibat penjajahan

  2. Sejarah masa lampau yang gemilang

  3. Pengaruh perkembangan pendidikan di Indonesia

  4. Dominasi ekonomi kaum Tionghoa di Indonesia

Faktor Eksternal yang Mendorong Lahirnya Organisasi Pergerakan Nasional:

  1. Adanya gerakan Turki muda (1908)

  2. Adanya All Indian Nastional Congress (1885) dan Gandhiisme di India

  3. Munculnya paham baru di Eropa (liberalisme, demokrasi, nasionalisme)

  4. Pengaruh gerakan nasional di negara tetangga

B.4. Masa Penjajahan Jepang


Latar Belakang Datangnya Jepang ke Indonesia:

  1. Restorasi Meiji: pergantian kekuasaan dari Shogun Yoshinobu ke Kaisar Tenno Meiji yang menyebabkan perubahan besar-besaran di berbagai bidang, termasuk mengubah haluan politik Jepang menjadi imperialis

  2. Paham Hakko-Ichi-U: kepercayaan bahwa menaklukkan bangsa lain adalah tugas yang mulia

  3. Kebutuhan mencari sumber daya alam sebagai bahan baku pengembangan industri militer

  4. Bergabungnya Jepang dengan Jerman dalam Perang Dunia II untuk melawan Sekutu Amerika dan Belanda sehingga timbul keinginan untuk merebut Indonesia dari tangan Belanda

  5. Propaganda Jepang sebagai saudara tua Indonesia yang akan membebaskan rakyat dari jajahan Belanda

Tujuan Penjajahan Jepang di Indonesia:

  1. Menjadikan Indonesia sebagai sumber bahan mentah untuk keperluan militer Jepang

  2. Memanfaatkan letak Indonesia yang strategis dan jumlah penduduknya yang banyak sebagai tempat pemasaran hasil industri Jepang

  3. Menjadikan Indonesia sebagai sumber tenaga kerja murah

  4. Mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia secara besar-besaran

Perlawanan Rakyat pada Masa Penjajahan Jepang:

  1. Strategi kooperasi

  2. Gerakan bawah tanah (ilegal)

  3. Perlawanan bersenjata:

  • Singaparna, Jawa Barat (dipimpin KH Zainal Mustafa)

  • Tentara PETA (Pembela Tanah Air, dipimpin Supriyadi), Blitar, Jawa Timur

B.5. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan


Setelah Indonesia merdeka, Belanda (tentara NICA) kembali ke Indonesia dengan membonceng Sekutu, yaitu tentara Inggris (AFNEI). Kehadirannya memicu perlawanan di berbagai daerah.


Perlawanan Fisik dengan Kontak Senjata:

  1. Pertempuran 10 November 1945 – Surabaya, Jawa Timur

  2. Palagan Ambarawa, 15 Desember 1945 – Ambarawa, Jawa Tengah

  3. Bandung Lautan Api, 23 Maret 1946 – Bandung, Jawa Barat

  4. Medan Area, 10 Desember 1945 – Medan, Sumatra Utara

  5. Serangan Umum 1 Maret 1949 – Yogyakarta

Perlawanan dengan Diplomasi melalui Perundingan:

1. Perundingan Linggarjati, 10 November 1946 – Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat

Tokoh: Sutan Syahrir (Indonesia), Prof. Schermerhon (Belanda)

Isi Perjanjian:

  • Belanda hanya mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatra

  • Negara Indonesia Serikat terdiri atas Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, dan Negara Kalimantan

  • Negara Indonesia Serikat dan Belanda merupakan satu uni dengan nama Uni Indonesia-Belanda

Perjanjian diingkari Belanda dengan melakukan Agresi Militer Belanda I pada 21 Juli

1947.


2. Perjanjian Renville, 17 Januari 1948 – Kapal USS Renville milik Amerika Serikat

Isi Perjanjian:

  • Belanda hanya mengakui daerah Republik Indonesia atas Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian kecil jawa Barat, dan Sumatra

  • Semua pasukan RI harus ditarik mundur dari wilayah Indonesia sampai diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) yang akan segera dibentuk

Perjanjian diingkari Belanda dengan melakukan Agresi Militer Belanda II pada 19

Desember 1948.


3. Perjanjian Roem-Royen, 17 April 1949 – Jakarta

Tokoh: Moh. Roem (Indonesia), Van Royen (Belanda)

Isi Perjanjian:

  • Pemerintahan Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta

  • Menghentikan gerakan militer dan mengembalikan tawanan

  • Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat

C. PPKN


C.1. Keragaman Sosial dan Budaya


Keragaman Sosial: keanekaragaman manusia yang hidup dalam satu lingkungan tertentu,

misalnya keragaman ras, suku bangsa, dll.


Keragaman Budaya: keanekaragaman hasil karya manusia atau kebiasaan yang berulang secara

turun-temurun yang berlaku di wilayah tertentu, misalnya tarian daerah,

rumah adat, pakaian tradisional, dll.


Faktor yang Membedakan Suku Bangsa:

  1. Adat Istiadat: upacara dan kebiasaan turun-temurun, pola perilaku, gaya hidup.

  2. Bahasa Daerah: memungkinkan berkomunikasi dengan sesama sukunya.

  3. Sistem Kekerabatan: sistem keturunan berdasarkan garis ibu (contoh: Suku Minangkabau), garis ayah (Contoh: Suku Batak), atau keduanya.

  4. Ciri Fisik: menunjukkan ras nenek moyangnya, contohnya ras Kaukasoid, Mongoloid, Negroid, dan Vedoid.

Nilai Luhur: Nilai yang mencerminkan sikap sesuai dengan norma serta menunjukkan sikap dan

pribadi yang baik.


Budaya: metode hidup yang diwarisi secara turun-temurun dan terjadi secara berulang.


Unsur-unsur Budaya:

  1. Bahasa

  2. Ilmu Pengetahuan

  3. Sistem Kekerabatan

  4. Agama

  5. Mata Pencaharian

  6. Kesenian

  7. Teknologi

  8. Peralatan

C.2. Pembiasaan Perilaku Sesuai Pancasila


Sikap dan Perilaku yang Mencerminkan Nilai Pancasila:

  1. Menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing.

  2. Sopan santun terhadap orang tua.

  3. Berteman tanpa membeda-bedakan.

  4. Menghargai pendapat teman.

  5. Tidak mengganggu teman yang beribadah.

Sikap dan Perilaku yang Tidak Mencerminkan Nilai Pancasila:

  1. Tidak peduli kepada orang yang sedang terkena musibah.

  2. Menghina keadaan orang lain.

  3. Melarang orang lain untuk menjalankan ibadah sesuai kepercayaannya.

  4. Tidak mencintai produk buatan dalam negeri.

  5. Memaksakan kehendak dan pendapat kepada orang lain.

D. SBdP


D.1. Lagu Wajib dan Tangga Nada Mayor


Lagu Wajib: lagu yang diwajibkan untuk diajarkan guru kepada murid sebagai bentuk

penanaman sikap nasionalisme dan patriotisme, umumnya menggunakan

tangga nada diatonis mayor.


Ciri-ciri Lagu Wajib:

  1. Iramanya bersemangat.

  2. Liriknya seputar perjuangan, kepahlawanan, atau kemerdekaan.

  3. Diajarkan sesuai tujuan dan maksud lagu.


Contoh Lagu Wajib:

  1. Maju Tak Gentar – C. Simandjuntak

  2. Indonesia Pusaka – Ismail Marzuki

  3. Garuda Pancasila – Sudharnoto


Tangga Nada: susunan nada yang diatur sesuai interval tertentu.


Tangga Nada Mayor: tangga nada dengan interval 1-1-½-1-1-1-½, dimulai dari nada C (do)

sampai C’ (do tinggi).


D.2. Tari Kreasi Daerah


Tari: gerak tubuh berirama yang dilakukan di waktu dan tempat tertentu untuk mengungkapkan

perasaan, maksud, dan pikiran.


Tari Kreasi Daerah: tarian baru yang memodifikasi tarian tradisional, dapat ditarikan

perorangan, berpasangan, atau kelompok.


Contoh Tari Kreasi Daerah: Tari Panji Semirang, Tari Merak


Gerak Tari: bersifat ekspresif dan estetis (bernilai seni dan terlihat indah), bisa terinspirasi dari

kegiatan manusia, tingkah laku hewan, atau kejadian alam.


Pola Lantai: pola denah yang digunakan penari dalam ruang tempat menari untuk keperluan

pergerakan tari dan memperindah tarian.


Jenis Pola Lantai:

  1. Vertikal: memanjang ke belakang

  2. Horizontal: melebar ke samping

  3. Diagonal: menyudut ke kanan/kiri (miring)

  4. Melingkar: melengkung atau membentuk lingkaran


Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Pola Lantai:

  1. Bentuk pola lantai

  2. Makna yang ingin disampaikan melalui pola lantai

  3. Jumlah penari

  4. Bentuk dan luas ruangan tempat menari

  5. Gerakan tari

D.3. Gambar Cerita


Gambar Cerita: gambar yang memperjelas, memperindah, dan menghidupkan suatu cerita.

Dapat berupa cerita bergambar, karikatur, komik, atau kartun; dapat diberi

warna atau hanya hitam putih; dapat dibuat secara manual (gambar tangan)

atau digital.


Teknik Gambar Cerita:

  1. Teknik Kering: pensil, arang, kapur, krayon

  2. Teknik Basah: cat air, cat minyak, tinta bak, cat poster, cat akrilik


Langkah Pembuatan Gambar Cerita:

  1. Tentukan tema gambar berdasarkan cerita.

  2. Tentukan jenis gambar yang akan dibuat.

  3. Tentukan irama, komposisi, proporsi, keseimbangan, dan kesatuan objek gambar.

  4. Buat gambar sketsa keseluruhan yang disesuaikan dengan cerita.

  5. Mengarsir/mewarnai objek gambar sesuai karakter dalam cerita.

  6. Warnai gambar sampai selesai.

E. IPA


Kalor: Energi panas yang dimiliki suatu benda.


Sifat Kalor:

  1. Berpindah dari benda bersuhu tinggi (panas) ke benda bersuhu rendah (dingin).

  2. Semakin tinggi intensitas cahaya yang diterima, semakin besar kalor yang dimiliki.

  3. Semakin tinggi suhu benda, semakin besar kalor yang dimiliki.

  4. Berperan dalam perubahan wujud benda


Pengaruh Kalor terhadap Perubahan Wujud Benda:

  1. Zat melepas kalor: terjadi pendinginan, contohnya membeku, mengembun, mengkristal

  2. Zat menerima kalor: terjadi pemanasan, contohnya mencair, menguap, menyublim


Jenis Perubahan Wujud Berdasarkan Sifatnya:

  1. Perubahan Sementara: dapat kembali ke wujud semula, terjadi ketika benda dipanaskan atau didinginkan. Contoh: mencair/membeku, menguap/mengembun, menyublim/mengkristal.

  2. Perubahan Tetap: tidak dapat kembali ke wujud semula, terjadi ketika benda dibakar, dimasak, mengalami pembusukan, mengalami perkaratan.

Manfaat Perubahan Wujud dalam Kehidupan Sehari-hari:

  1. Membeku: pembuatan es krim

  2. Mencair: melelehnya mentega/margarin sebagai bahan pembuatan masakan atau kue

  3. Mengembun: embun pada tutup rice cooker mencegah terjadinya basi pada nasi

  4. Menguap: proses memasak air, adanya uap menunjukkan bahwa air telah matang

  5. Menyublim: pada kapur barus membantu menghilangkan bau apek di lemari pakaian

  6. Mengkristal: pembuatan es kering


TUGAS HARI INI : LITERASI SAJA YAK NAK UNTUK PERSIAPAN MENGHADAPI PAS

Rabu, 05 Mei 2021

Kamis, 6 mei 2021

 

KAMIS,6 MEI 2021/KELAS 5 C

 

Pembelajaran Jarak Jauh

Hari/ Tanggal : Kamis, 6 Mei 2021
Tema 9 : Benda-Benda di Sekitar Kita
Subtema 3 : Manusia dan Benda di Lingkungannya 
PB 5 & 6
Muatan Terpadu : Bahasa Indonesia(3.4, 4.4), IPA(3.9,4.9), SBdp(3.4, 4.4)


TUJUAN PEMBELAJARAN:

1. Dengan kegiatan berlatih mengamati gambar iklan elektronik, siswa dapat menyampaikan unsur-unsur dan ciri-ciri bahasa iklan elektronik pada gambar dengan tepat.

2. Dengan kegiatan membaca materi mengenai kain batik jumputan, siswa dapat mengidentifikasi alat dan bahan, serta langkah-langkah membuat kain batik jumputan secara terperinci.

3. Dengan kegiatan berkreasi membuat rancangan kain batik jumputan, siswa dapat membuat kreasi rancangan kain batik jumputan secara mandiri.

Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa

Anak-anak sudah siap belajar hari ini?
Ayo, jangan lupa cuci tangan terlebih dahulu ya dengan sabun pada air mengalir sebelum dan sesudah memulai kegiatan! Nah, kalau sudah cuci tangan, mari kita bersiap memulai pembelajaran

Mintalah bantuan kepada ayah/bunda untuk mendampingi Ananda selama melakukan kegiatan pembelajaran, ya!

Jangan lupa ucapkan TOLONG bila minta bantuan, ucapkan MAAF apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan TERIMA KASIH setelah mendapatkan bantuan!

Amatilah salah satu iklan di internet berikut ini.


Setelah kamu mengamati iklan tersebut, jawablah pertanyaan di bawah ini.

1. Barang apa yang ditawarkan dalam iklan tersebut?

Jawaban:
Barang yang ditawarkan pada iklan tersebut adalah yaitu kain batik jumputan.

2. Informasi apa saja yang dapat kamu peroleh dari iklan tersebut?
Jawaban:

Informasi yang diperoleh antara lain: banyak pilihannya, indah warnanya, ayo kita cintai batik Indonesia. dan batik jumputan hasil budaya bangsa.

3. Sebutkan unsur-unsur yang ada dalam iklan tersebut.
Jawaban:
Unsur yang ada dalam iklan tersebut adalah gambar dan tulisan.

4. Jelaskan ciri-ciri bahasa dalam iklan tersebut.
Jawaban:
Ciri bahasa pada iklan tersebut adalah singkat, padat, menarik, komunikatif, informatif, sederhana, dan mudah dipahami.

Iklan tersebut berisi penawaran kain batik jumputan. Apakah yang dimaksud batik jumputan? Ayo simak penjelasan berikut.
Ayo Membaca

Mengenal Batik Jumputan

Salah satu karya seni rupa daerah adalah batik jumputan. Batik jumputan atau sering disebut juga dengan batik ikat celup adalah kain batik yang menggunakan motif hias jumputan. Motif hias jumputan banyak dijumpai pada motif hias kain pelangi.

Motif hias kain pelangi adalah kain yang dihiasi dengan motif hias jumputan. Motif hias jumputan banyak digunakan pada benda pakai seperti selendang atau sampur, kain, taplak meja, dan lain-lain. Kain dengan motif hias jumputan tidak hanya terdapat di Yogyakarta saja, tetapi juga banyak terdapat di daerah Palembang, Bali, dan Gresik.

Pernahkah kamu melihat batik jumputan selain pada gambar di atas? Bagaimana cara membuat batik jumputan? Coba bertanyalah kepada orang yang kamu anggap tahu cara membuat batik jumputan. Kamu juga bisa mencari referensi dari buku, majalah, atau sumber lainnya.

Tuliskan pada kolom berikut cara membuat batik jumputan.

Jawaban:

Cara Membuat Batik Jumputan
1. Siapkan alat dan bahan
2. Pastikan kain yang akan digunakan dalam keadaan bersih.
3. Tentukan dan buatlah motif batik yang diinginkan.
4. Ikatlah kain yang telah dibuat motifnya menggunakan koin atau kelereng dan batu, kemudian diikat dengan tali atau karet.
5. Rebuslah air, pewarna dan sedikit garam dalam panci sampai mendidih.
6. Basahi terlebih dahulu kain yang telah diikat.
7. Celupkanlah ikatan kain berpola kedalam air berwarna yang telah mendidih, tunggu hingga 20-30 menit agar warnanya meresap.
8. Lakukan pencelupan kain lagi, jika memiliki moif dan warna yang berbeda.
angkat lain yang telah dicelupkan, buka ikatan kain dan bilas sampai bersih.
9. Jemurlah hingga kering kemudian dapat disetrika.
10. Batik jumputan siap digunakan.

Ayo Berlatih

Ayo berlatih membuat batik jumputan dengan memperhatikan langkahlangkahnya.

Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kain batik jumputan adalah sebagai berikut.
– Kain mori,
– Tali rafia,
– Gunting,
– Kelereng/batu kecil/bola pingpong/dadu,
– Pewarna kain,
– Panci,
– Kompor,
– Air.

Langkah-langkah pembuatan

1. Masak air sesuai aturan pada pewarna kain. Setelah panas, masukkan zat pewarna dan aduk sampai rata.

2. Tutup kelereng dengan kain yang akan diberi motif, kemudian ikat dengan tali rafia. Susun kelereng sesuai dengan keinginan kamu sehingga membentuk pola bagian motif hias jumputan yang akan dibuat

3. Basahi kain yang telah diberi hiasan ke dalam air dingin. Setelah itu masukkan kain ke dalam air yang telah diberi zat pewarna.

4. Aduk-aduk kain agar zat pewarna meresap lebih kurang 40 menit

5. Matikan kompor, diamkan kain sampai dingin. Setelah dingin, angkat dan cuci kain sampai air pencuci bening.

6. Lepas ikatan kelereng dan jemur kain di tempat yang tidak terkena sinar matahari.

Saat Edo pulang sekolah, cuaca sangat panas. Ia ingin segera meminum segelas es teh. Setelah berganti pakaian, ia bergegas ke dapur. Ibu masih asyik membaca majalah sambil mendengarkan lagu-lagu kenangan favoritnya.

Edo segera mengambil gelas. Dimasukkannya sesendok gula pasir, lalu sekantung teh celup, dan terakhir ditambahkan air panas. Edo mengaduknya hingga gula terlarut, dan terbentuklah teh manis yang hangat. Agar tehnya menjadi dingin, Edo menambahkan enam butir es batu berbentuk dadu yang diambilnya dari lemari es.

Tiba-tiba Ibu mendekati Edo dan berkata, ”Jangan terlalu banyak minum es Edo, apalagi suasana panas seperti ini, nanti kamu sakit.” Edo hanya tersenyum dan kemudian mengambil butiran es dari gelas dan membuangnya. Jadilah teh dingin yang manis tanpa es.

Seperti yang kamu ketahui bahwa segelas teh manis yang dibuat oleh Edo merupakan campuran homogen atau disebut larutan. Ketika ditambahkan butiran es, campuran tersebut menjadi campuran heterogen karena dapat dipisahkan dengan tangan. Butiran es dapat dipisahkan dari air teh hanya dengan diambil menggunakan tangan oleh Edo.

Ayo Mencoba

Buatlah larutan untuk mencelup kain dalam proses membuat batik jumputan. Untuk bahan membuat larutan, kamu dapat menggunakan seperti uraian sebelumnya. Namun, kamu juga dapat membuat larutan sendiri berdasarkan referensi yang kalian ketahui atau hasil dari bertanya kepada orang yang lebih tahu.

Buatlah laporan hasil percobaan kalian. Laporan berisi hal-hal berikut.
1. Bahan untuk membuat larutan.
2. Uraikan termasuk zat tunggal atau zat campuran bahan yang kamu gunakan untuk membuat larutan.
3. Uraikan juga termasuk unsur atau senyawa bahan yang kamu gunakan untuk membuat larutan.
4. Cara membuat larutan untuk membuat batik jumputan.

Tujuan Percobaan:
Mengetahui cara membuat larutan pencelup batik jumputan

Alat dan bahan:

Langkah-langkah Percobaan:
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat bahan pencelup batik jumputan.
2. Masak air sesuai aturan pada pewarna kain.
3. Setelah panas, masukkan zat pewarna satu per satu dan aduk sampai rata.
4. Jika pencelupan lebih dari satu warna maka proses pembuatan larutan harus dipisah.
5. Gunakan satu wadah panci untuk satu warna saja
6. Wantek biru dimasak pada air mendidih hingga larut selanjutnya dibiarkan dingin dan masukkan ke dalam botol air mineral 600 ml, tutup botolnya yang kuat sampai waktu digunakan.
7. Demikian juga untuk warna merah dan kuning lakukan hal yang sama hingga kita punya 3 botol pewarna siap pakai.
8. Larutan pencelup ini sudah siap digunakan.

Hasil Percobaan:
Hasil percobaan yang dilakukan menggunakan beberapa senyawa. Hasil larutan pencelup batik jumputan termasuk campuran homogen.

Kesimpulan:
Dari pengamatan percobaan yang telah dilakukuan dapat disimpulkan larutan pencelup batik jumputan merupakan campuran homogen.

Ayo Renungkan

Batik di Indonesia sangat beragam. Setiap daerah di Indonesia rata-rata memiliki kain yang khas, baik itu dengan teknik batik atau tenun. Beragamnya kain dengan berbagai motif hias, merupakan kekayaan budaya bangsa Indonesia. Namun, tidak dapat dimungkiri bahwa masuknya kain dan pakaian dari luar negeri, cukup menyita perhatian masyarakat Indonesia.

contoh beberapa gambar batik yang bisa kalian contoh:

Contoh Gambar Batik Pola Model Liris - YouTube 

Contoh Gambar Sketsa Batik Yang Mudah Digambar 

17+ Motif Batik yang Mudah Digambar Untuk Anak SMP dan Mudah Ditiru 

Contoh Gambar Batik Yg Mudah (Page 5) - Line.17QQ.com 

TUGAS

Buatlah gambar kain batik sesuai keinginanmu. Buatlah kreasi rancangan sebagus mungkin. Kumpulkan hasil karyamu kepada Bapak atau Ibu Guru dalam bentuk foto!