Selasa, 05 Mei 2026

Materi ajar kls bilal bin rabah

  Belajar, Anak Hebat! ๐ŸŽ’

GURU PENGAMPU Yasmin hadi.Pd.
PENDIDIKAN PANCASILA — Teladan Perumus Pancasila
MATEMATIKA — Menghitung Data pada Tabel
๐Ÿ“š
Muatan Pembelajaran
Materi yang dipelajari hari ini
1. PENDIDIKAN PANCASILA
Meneladani Nilai Perumus Pancasila (Musyawarah dan Rela Berkorban)
2. MATEMATIKA
Menghitung Data Rumpang pada Tabel
Tujuan Pembelajaran (TP)
Yang ingin dicapai pada pertemuan ini
1. PENDIDIKAN PANCASILA
Melalui dokumenter, peserta didik dapat: (a) mengidentifikasi teladan perumus pancasila; (b) Meneladani nilai musyawarah dan rela berkorban dari perumus pancasila; (c) menerapkan nilai musyawarah dan rela berkorban dalam kehidupan sehari-hari
2. MATEMATIKA
Menggunakan data rumpang, peserta didik dapat: (a) menganalasis data tidak lengkap pada tabel; (b) menghitung data keseluruhan dengan tepat; (c) menarik kesimpulan sederhana berdasarkan data tabel.
๐Ÿงฉ
Strategi Pembelajaran
Metode & alat peraga yang digunakan
⚗️ METODE PEMBELAJARAN
SaintifikDiscovery LearningTanya JawabPenugasanObservasiStudi PustakaContextual Learning
๐Ÿ› ️ ALAT PERAGA
PPT / ModulMedia GambarLingkungan SekitarTabelVideo dokumenter
๐Ÿ‘‹
Assalamualaikum Warrahmatullohi Wabarokatuh
ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ
Selamat pagi, anak shalih dan shalihah! ๐ŸŒŸ
Hari ini kita akan kembali belajar bersama dengan semangat yang membara. Sebelum menyimak pembelajaran di bawah ini, silakan persiapkan diri terlebih dahulu ya! ๐Ÿ˜Š
๐Ÿ•Œ  Jangan lupa untuksalat Duhadanmurojaahterlebih dahulu sebelum belajar!
๐Ÿ’ญ  Masih ingatkah kamu tentang materi sebelumnya? Yaps betul pada pertemuan terakhir materi Pendidikan Pancasila kita belajar tentang dua tokoh penting yang merumuskan pancasila sebagai dasar negara. Pada mata pelajaran matematika kita juga sudah belajar tentang menghitung data yang rumpang pada sebuah tabel. Hari ini kita akan mendalami kedua materi tersebut ya.

ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ
Selamat pagi, anak shalih dan shalihah! ๐ŸŒŸ
Hari ini kita akan kembali belajar bersama dengan semangat yang membara. Sebelum menyimak pembelajaran di bawah ini, silakan persiapkan diri terlebih dahulu ya! ๐Ÿ˜Š
๐Ÿ•Œ  Jangan lupa untuksalat Duhadanmurojaahterlebih dahulu sebelum belajar!
๐Ÿ’ญ  Masih ingatkah kamu tentang materi sebelumnya? Yaps betul pada pertemuan terakhir materi Pendidikan Pancasila kita belajar tentang dua tokoh penting yang merumuskan pancasila sebagai dasar negara. Pada mata pelajaran matematika kita juga sudah belajar tentang menghitung data yang rumpang pada sebuah tabel. Hari ini kita akan mendalami kedua materi tersebut ya.

Bersatu dalam Perbedaan — Kisah Lahirnya Pancasila

Pada tahun 1945, bangsa Indonesia sedang berjuang untuk merdeka. Para pemimpin bangsa menyadari bahwa Indonesia membutuhkan sebuah dasar negara yang kuat. Maka, dibentuklah BPUPKI — sebuah badan yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Di sinilah nilai-nilai luhur para perumus Pancasila terlihat dengan nyata.

Dalam sidang BPUPKI, para tokoh bangsa dari berbagai daerah dan latar belakang berkumpul bersama. Mereka memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang seperti apa dasar negara yang ideal. Ada yang berpendapat bahwa agama harus menjadi dasarnya, ada pula yang menginginkan dasar yang bisa merangkul semua golongan. Meskipun berbeda pendapat, mereka tidak bertengkar. Sebaliknya, mereka menerapkan nilai musyawarah — saling mendengarkan, menghormati, dan mencari keputusan terbaik bersama-sama.

Pada tanggal 29 Mei 1945Mohammad Yamin menyampaikan gagasannya tentang dasar negara. Dua hari kemudian, Dr. Soepomo juga menyampaikan pandangannya. Lalu pada tanggal 1 Juni 1945Ir. Soekarno berpidato dengan gagasan yang ia namakan "Pancasila", yang berarti lima dasar. Setiap tokoh menyampaikan pendapatnya dengan penuh hormat, dan semua pendapat didengarkan dengan baik. Inilah wujud nyata dari musyawarah yang sesungguhnya.

Nilai musyawarah yang ditunjukkan para perumus Pancasila mengajarkan kita bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya — bukan dengan emosi, tetapi dengan kepala dingin, hati terbuka, dan keinginan untuk mencapai mufakat demi kepentingan bersama. Setiap orang berhak menyampaikan pendapat, dan setiap pendapat berhak untuk didengar.

Selain musyawarah, para perumus Pancasila juga menunjukkan nilai rela berkorban yang luar biasa. Merumuskan dasar negara bukanlah pekerjaan yang mudah. Para tokoh harus berdiskusi berhari-hari, meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran mereka. Banyak dari mereka yang sebelumnya sudah dipenjara, diasingkan, bahkan disiksa oleh penjajah karena memperjuangkan kemerdekaan. Namun semua itu tidak menyurutkan semangat mereka.

Mohammad Hatta, misalnya, pernah diasingkan oleh Belanda ke Banda Neira yang jauh dari keluarganya. Namun ia tetap setia memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ir. Soekarno pun berkali-kali ditangkap dan dipenjara, namun semangatnya tidak pernah padam. Mereka merelakan kenyamanan, kebebasan, bahkan keselamatan diri sendiri demi bangsa dan negara yang mereka cintai.

Nilai rela berkorban yang paling terlihat dalam perumusan Pancasila adalah ketika beberapa tokoh bersedia mengubah pendapat pribadinya demi tercapainya kesepakatan bersama. Mereka tidak memaksakan kehendak sendiri. Mereka sadar bahwa kepentingan bangsa lebih besar daripada kepentingan pribadi atau golongan. Inilah pengorbanan terbesar — merelakan ego demi persatuan.

Akhirnya, setelah melalui proses musyawarah yang panjang dan penuh pengorbanan, lahirlah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang kita kenal sampai hari ini. Pancasila adalah bukti nyata bahwa dengan musyawarah dan rela berkorban, bangsa yang beragam pun bisa bersatu dan membangun negeri yang besar. Nilai-nilai inilah yang wajib kita teladani dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari kita


Soal 1 — Mudah

Musyawarah adalah cara mengambil keputusan bersama dengan saling mendengarkan dan menghormati pendapat orang lain tanpa memaksakan kehendak, demi mencapai mufakat yang terbaik untuk semua pihak.

Dua contoh sikap musyawarah dalam sidang BPUPKI:

1. Para tokoh menyampaikan pendapat secara bergantian dengan penuh hormat — Moh. Yamin, Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno masing-masing berpidato tanpa saling memotong atau meremehkan.

2. Semua pendapat didengarkan dan dipertimbangkan bersama — tidak ada satu pun tokoh yang langsung menolak pendapat orang lain tanpa mendengarkannya terlebih dahulu.

๐Ÿ“ Soal 2 — Sedang

Bentuk pengorbanan para perumus Pancasila:

• Mohammad Hatta pernah diasingkan ke Banda Neira yang jauh dari keluarganya, namun tetap berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

• Ir. Soekarno berkali-kali ditangkap dan dipenjara oleh penjajah, namun semangatnya tidak pernah padam.

Mereka mau berkorban karena kecintaan mereka kepada bangsa dan negara lebih besar daripada rasa takut atau keinginan untuk hidup nyaman. Mereka sadar bahwa kemerdekaan dan dasar negara yang kuat adalah warisan terpenting untuk generasi mendatang.

Hubungan dengan kehidupan sehari-hari: contohnya seperti rela tidak bermain agar bisa membantu teman yang kesulitan belajar, atau rela mengorbankan waktu istirahat untuk menyelesaikan tugas kelompok. (Jawaban siswa dapat bervariasi selama relevan.)


rumpang (Selasa) = 30 − 21 = 9
Penghapus (baris 2): Total = 25 | Data diketahui: 8 + 7 = 15
Data rumpang (Senin) = 25 − 15 = 10
Buku Tulis (baris 3): Total = 42 | Data diketahui: 15 + 11 = 26
Data rumpang (Rabu) = 42 − 26 = 16
Total Senin: 10 (Penghapus) + 12 (Pensil) + 15 (Buku) = 37
Total Selasa: 9 + 8 + 11 = 28
Total Rabu: 9 + 7 + 16 = 32

๐Ÿ’ก Cek: 37 + 28 + 32 = 97 ✔️ Sesuai dengan total keseluruhan!

Soal 1⭐ Mudah

๐ŸŸ Cerita: Pak Budi adalah nelayan. Ia mencatat hasil tangkapan ikan selama 3 hari. Beberapa data tercatat belum lengkap.

Jenis IkanJumatSabtuMingguTotal
Ikan Mas10?828
Ikan Lele69?22
Total16??50

Pertanyaan:

a. Berapa banyak Ikan Mas yang ditangkap pada hari Sabtu?

b. Berapa banyak Ikan Lele yang ditangkap pada hari Minggu?

c. Berapa total tangkapan hari Sabtu dan Minggu?

๐Ÿ“ Soal 2⭐⭐ Sedang

๐ŸŒป Cerita: Sekolah Matahari mengadakan lomba menanam bunga. Tiga kelas menanam tiga jenis bunga selama dua minggu. Data di bawah ini belum lengkap.

KelasMawarMelatiAnggrekTotal
Kelas 3A14?1137
Kelas 3B?13933
Kelas 3C108?29
Total???99

Pertanyaan:

a. Lengkapi semua data rumpang pada tabel!

b. Kelas mana yang menanam bunga paling banyak?

c. Jenis bunga apa yang ditanam paling sedikit secara 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar