Rabu, 04 Desember 2019

Kamis, 5 Desember 2019 ( Bahasa Lampung n Bahasa Inggris)

POLA KALIMAT




Pola kalimat terdiri dari Subjek (S), Predikat (P), Objek (O), dan Keterangan (K).

I. Pengertian

Subjek ialah Yang melakukan pekerjaan merupakan pokok suatu kalimat. Subjek biasanya merupakan kata benda. Letak Subjek biasanya sebelum Predikat.
contoh.
Nama orang             : Anton, Tono, Mira, dll Nama benda-benda  : mija, ghanguk, mahhan, lamban, iwa, ulai, deghian, cabik, dll. Nama panggilan        : Ubak, apak, emak, induk, kemaman, keminan, kelepah, tamong, dll Kata ganti orang       : tiyan ghumpok,tiyan, niku,pusekam, ikam, nyak, gham ghumpok, gham, beliau,                                             ia, sikam ghumpok, sikam, dll.
Predikat ialah pekerjaan yang dilakukan. Predikat biasanya merupakan kata kerja. Letak Predikat biasanya setelah Subjek atau sebelum Objek atau sebelum Keterangan.
Contoh : mengan, cakak, nari, nulis, belajagh, miwang, lalang, cekelang, ngebaca, macul, dll.

Objek ialah yang dikenai pekerjaan Objek biasanya merupakan kata benda, letak Objek biasanya setelah Predikat. Contoh : sama dengan subjek

Keterangan ialah yang menerangkan pekerjaan Keterangan biasanya kata benda tapi di depan kata benda memakai kata depan (mit, haguk, guk, di) dan kata sifat. Letak Keterangan biasanya setelah Predikat atau setelah Objek atau sebelum Subjek. Keterangan yang dipelajari di SD dua saja, yaitu.
a. Keterangan tempat Keterangan tempat biasanya diikuti kata depan; di, mit, guk, haguk.               contoh : di pasagh, mit duma, guk mahan, haguk sekulaan.
b. Keterangan waktu Keterangan waktu adalah tentang waktu.               Contoh : bijo (kemarin), ganta(sekarang), keghua(dua hari yang lalu), jemoh(besok), sawai(lusa),
                            mahayu(subuh), mawas(pagi ke siang siang), deghani(pagi ke sore), dibi (tengah hari ke
                            sore), manom(sore ke malam), debingi(malam), tengah bingi(tengah malam), puwasan   
                            (tengah malam ke pagi), bulan dihadap(bulan depan), Jam sebelas, tahun 2010, bulan
                            januari, Senin, selasa, ghebu, kemis, jumaat, sabtu, ahad, dll.



II. Contoh kalimat

Risa ngaji
   S     P

Rido  lapah    mit duma
  S       P      K. tempat

Yoga  mengan  iwa
   S         P       O

Elza  nganik  kikim puppul    bijo dibi
   S       P            O               K. waktu

Sawai          Sri Rahayu ghik Ikrima       haga lapah     guk Jakarta
K. waktu                    S                               P            K. tempat


__________________________________________________________________________________

KALIMAT SEMPURNA DAN KALIMAT TIDAK SEMPURNA


I. Kalimat Sempurna

Kalimat sempurna ialah kalimat yang sekurang-kurangnya mempunya dua unsur yaitu Subjek (S) dan Predikat (P).

Contoh :
Poniman  mulang
     S           P

Silvia haga lapah   mit sabah
   S          P          K. tempat

Tommi ngegulai genjer
     S         P        O

Andrean nganik balung manuk   jeno pagi
      S         P              O            K. waktu


II. Kalimat Tak Sempurna

Kalimat Tak Sempurna ialah jika hanya memiliki Subjek saja, Predikat saja, Keterangan saja.
Contoh Subjek saja :
1.Sikam
2.Apakku
3. Andi

Contoh Predikat saja :
1. Mulang
2. Ghadu mengan
3. Haga lapah

Contoh Keterangan saja :
1. Bulan sai dihadap
2. Bijo bingi jam lima
3. Tahun dihadap bulan Januari


__________________________________________________________________________________

KATA TANYA


Kata Tanya, Arti, dan Kegunaan

1 Api / Nyou, Apa, Untuk menanyakan benda
2 Sapa / apou, siapa, Untuk menanyakan orang
3 Kapan / kunpa, Kapan, Untuk menanyakan waktu
4 Ulah api / olah nyou, Mengapa, Untuk menanyakan sebab-akibat
5 Gohpa/ gegoh ipa/ ghepa / geh nyou, Bagaimana, Untuk menanyakan keadaan
6 Dipa / Di dipa / di kedou, Dimana, Untuk menanyakan tempat
7 Pigha / pigho, Berapa, Untuk menanyakan jumlah


__________________________________________________________________________________

PADAN KATA / SINONIM

Padan kata ialah kata-kata yang berbeda tetapi mempunyai arti yang sama.
Contoh :
1 Ngemik= ngedok=wat, artinya adalah "ada / mempunyai".2 Mei=kan, artinya adalah "nasi".
3 Tumbuk=tungga=tunggo, artinya adalah "bertemu".
4 Sepok=ngunut, artinya adalah "cari".
5 Lamon=nayah, artinya adalah "banyak".


HOMONIM

Homonim ialah kata-kata yang tulisannya sama tapi mempunyai arti yang berbeda
Contoh :

1 Betong, artinya adalah kenyang, perut.
2 Antak, artinya sampai, antar.
3. Sai, artinya satu, yang.
4 Suluh, artinya merah, kayu bakar.
5 Bak, artinya bapak,bak mandi / tempat air.
6 Mak, artinya ibu, tidak.
7 Geluk, artinya cepat, toples.
8 Culuk, artinya tangan, telunjuk.
9 Caluk, artinya kaki, terasi.
10. Lapah, artinya pergi, jalan, mari.


LAWAN KATA / ANTONIM

Antonim ialah kata-kata yang mempunyai arti berlawanan.

Contoh :
1 Betong >< Betoh,           arti  Kenyang >< Lapar

2 Mawas >< Debingi,        arti Siang >< malam

3. Handak >< Halom,        arti Putih >< hitam

4 Akuk >< Juk,                 arti Ambil >< beri

5 Dawak >< Kamah,         arti Bersih >< kotor

6 Muli >< meghanai,          arti Gadis >< bujang

7 Mak >< Apak,               arti Ibu >< bapak

8 Ghanggal >< Ghebah,     arti Tinggi >< rendah

9 Buttak >< Tijang,            arti Pendek >< panjang

10 Balak >< Lunik,            arti Besar >< kecil

_________________________________________________________________________________


PERIBAHASA

I. Peribahasa berupa kalimat yang mengandung makna kias, peribahasa terdiri dari : pepatah, bidal, ibarat, pemeo, perumpamaan.

Pepatah, contoh : Ibung mak jawoh anjak ghuppun, artinya ; rebung tidak jauh dari rumpun. Maksudnya ; perilaku anak tidak jauh dari perilaku orang tuanya. Bidal, contoh : Mak pelok kik lemoh, mak putus kik kendogh, artinya ; tidak patah jika lemah, tidak putus jika kendur. Maksudnya ; Sesuatu yang tidak diinginkan tidak akan terjadi jika pandai mengendalikan diri. Perumpamaan, contoh : Gegoh asu jama kucing, artinya ; seperti anjing dan kucing. Maksudnya ; tidak bisa akur Ibarat, contoh : Gegoh ilmu paghi, tambah ngisi tambah cungguk. Artinya ; seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Maksudnya ; orang yang semakin banyak ilmunya akan semakin merendahkan diri / tidak sombong. Pemeo, contoh : Cadang pai mangi helau. Artinya ; rusak dulu baru baik. Maksudnya ; tiada keberhasilan tanpa pengorbanan.

 ________________________________________________________________________________

KATA MAJEMUK DAN KATA KIAS (UNGKAPAN)

 1. Kata majemuk ialah penggabungan dua kata yang membentuk arti baru dan menunjukkan arti sebenarnya. Kata majemuk berupa: kata sifat dengan kata sifat (KB+ KB) kata benda dengan kata sifat (KB + KS) kata sifat dengan kata kerja (KS + KK) kata kerja dengan kata kerja (KK + KK).

 Contoh :

Muli meghanai = bujang gadis (kata benda + kata benda) Mahhan balak = rumah besar, ulun tuha = orang tua ( kata benda + kata sifat) Bangik mengan = enak makan (kata sifat + kata kerja) Ulang uloh = pulang pergi ( kata kerja + kata kerja)

2. Kata kias ialah penggabungan dua buah kata yang membentuk arti baru tapi tidak menunjukkan makna sebenarnya atau kiasan. Sering disebut dengan makna ungkapan.

Contoh :

Keghas ulu (keras kepala) = tidak bisa diatur. Tijang pungu (panjang tangan) = suka mencuri Kedol pudak ( tebal muka) = tidak tahu malu Balak hulu (besar kepala) = sombong Keghas hati (keras hati) = tidak bisa diatur

 ______________________________________________________________________________

 KATA GANTI ORANG / PANGGILAN

 Dalam masyarakat Lampung digunakan bahasa perwatin dan marwatin.

Bahasa perwatin ialah bahasa yang digunakan pada orang yang lebih tua / dihormati / pada acara-acara adat. Bahasa marwatin ialah bahasa yang digunakan pada orang yang seusia atau yang lebih muda. Perbedaan bahasa itu biasanya terletak pada kata ganti orangnya.

 Pada bahasa perwatin dalam acara adat, kata-kata ganti tersebut diikuti oleh kata Pun.

Kata ganti orang tersebut ialah.

Bahasa Marwatin    Arti

Nyak                         Saya

Niku                          Kamu

Sikam                        Kami

Gham                        Kita

Tiyan                         Mereka

Kuti                          Kalian

Ia                             Dia


Bahasa Perwatin              Arti

Sikindua                             saya

Puskan / pusekam               anda

Sikam ghumpok                  kami sekalian

Gham ghumpok                   kita sekalian

Tiyan ghumpok                    mereka sekalian

Kuti ghumpok                     anda sekalian

Beliau                                 beliau



Nyak/sikindua ialah kata ganti orang pertama tunggalNiku / pusekam ialah kata ganti orang kedua tunggal Sikam / sikam ghumpok ialah kata ganti orang pertama jamak Gham / gham ghumpok ialah kata ganti orang pertama dan kedua jamak Tiyan / tiyan ghumpok ialah kata ganti orang ketiga jamak Kuti / kuti ghumpok ialah kata ganti orang kedua jamak Ia / beliau ialah kata ganti orang ketiga tunggal

_______________________________________________________________________________

ALAT – ALAT PERTANIAN

Gettas = ani-ani Kindagh = keranjang besar Jawan = keranjang kecil Tappah = tampah Cughik / besi = golok Tanjak / tugal = tajukan Bayuk = keranjang besar Saghau = keranjang panggul Tangguk / ighik = tangkok Kughit = koret Batu asahan = ungkal Apai / sulan = tikar Luku = luku Aghit = arit Gubit = gubit Mulan = benih Kaghau = garu Pacul = cangkul

ALAT-ALAT RUMAH TANGGA

BACCEI / BELANGA Makai majak = untuk merebus KUWALI Makai ngegughing = untuk menggoreng GHAYOH Makai ngekkuk = untuk menanak nasi LEMAGHI Makai biya / peghabut = untuk perabotan GHANJANG Makai pedom / tughui = tempat tidur MIJA KUGHSI Makai pok mejong = tempat duduk PENGEGAI / GAGHU Makai begegai = untuk merapihkan rambut BESI LADING / SEKIN Makai nyisik / nyikah = untuk memotong CIGHIK / TIKU Makai pok wai inum = untuk tempat air minum GELAS Makai minum = untuk alat minum PANJANG = piring Makai mengan = untuk alat makan SESUT / SUDU = sendok Makai ngakuk makanan di panjang = alat makan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar